Perilaku konsumen membeli gadget secara kredit

ABSTRAK
 
Seiring berjalannya waktu meningkatnya masyarakat terus mengalami pelonjakan. Hal ini juga bersamaan dengan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan gadget. Disatu sisi hal ini akan menyebabkan persaingan harga dikalangan konsumen gadget namun persaingan tersebut tidak sebanding dengan peningkatan dari jumlahkonsumen .Maka dari itu muncula yang namannya pembayaran menggunakan sistem kredit 
            Pada umumnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan masyarakat untuk memiliki barang elektronik yang mereka inginkan.

 

1.Pendahuluan

1.1 Latar belakang masalah

         Penjualan gadget atau peralatan canggih di sejumlah toko telepon seluler di Kota Denpasar mengalami peningkatan 25 persen menjelang Lebaran tahun ini. 
“Saat ini memang belum terjadi lonjakan penjualan, namun untuk gadget sudah terasa mengalami peningkatan sampai 25 persen,” kata Riya, Supervisor Handphone Shop, di Denpasar, Selasa. 
Pada hari biasa peralatan canggih itu hanya terjual di bawah sepuluh unit, namun sekarang bisa mencapai belasan dengan berbagai merek dan jenis. 
Banyak yang memburu gadget buatan China karena harganya lebih terjangkau dari merek terkenal. Harga produk itu dimulai dari Rp900 ribu sampai Rp1,6 juta. 
“Sedangkan untuk produk telepon seluler lainnya masih stabil. Kami perkirakan akan terjadi lonjakan pada H-3 sampai beberapa hari sesudahnya,” ujarnya. 
Guna menarik minat para pembeli lebih banyak, pada saat ini memang tepat diberikan harga promosi dan pemberian potongan harga untuk sejumlah produk. 
Seperti diketahui setiap musim mudik, banyak masyarakat berhasrat menggunakan telepon seluler terbaru sehingga memicu sebagian gerai penjual produk itu menambah persediaannya. 
Rata-rata gerai sudah siap menambah stok telepon seluler terbaru hingga 50 persen dengan berbagai merek.

1.2 Tujuan penelitian

       (1)Mengetahui sejauh mana minat konsumen dalam membeli sebuah gadget (2) Mengetahui faktor faktor yang memoengruhi perilaku konsumen

 

2.Tinjauan pustaka

2.1 Pengertian perilaku konsumen

 

         Perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.

Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.

2.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konumen

      

                    Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
 
3.metodologi penelitian 
 
     Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya maupun pengaruh dari penjual. Pengaruh dari penjual sendiri biasanya terjadi ketika konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian,Faktor biaya, faktor ini adalah faktor yang menjadi hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit.selain itu ada pula yang memiliki pendapatan lebih atau cukup untuk melakukan pembelian secata tunai atau cash.
 
4.Pembahasan 
 
Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen. selain itu ada pula yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain, kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.Menganalisis perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

 

5.kesimpulan.
 
Jadi pada kesimpulan ini di tuliskan bahwasannya tingkat perkembangan manusia lebih banyak kebutuhannya dengan hal itu maka produsen  gadget saat ini mengalami pelonjakan yang sangat signifikan ketimbang dengan smartphone oleh sebab itu pihak perusahaan sudah menagmbil alih untuk produsen yang taraf hidupnya menengah ke bawah akan di hadirkan dengan sistem pembayaran kredit alhasil produsen akan lebih mudah dalam mendapatkan gadget tersebut.
 
6.Daftar pustaka
 
 
 
 
 
 
 
 

 

About rizzafebriantama

a relationship with fay
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s