filsafat pancasila

FILSAFAT PANCASILA

A. Cara berfikir filsafat

Pengertian filsafat

Dalam wacana ilmu pengetahuan sebenarnya pengertian filsafat adalah sangat sederhana dan mudah di pahami. Filsafat adalah satu bidang ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia.

Secara etimologi, filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu philosophia: philo/philos/philein artinya cinta/pecinta/mencintai an Sophia berarti kebijakan/wisdom/keari fan/hikmah/hakikat kebenaran. Jadi filsafat artinya cinta akan kebijakan atau hakikat kebenaran. Hal ini nampaknya sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu pengetahuan, yang sebelumnya dibawah naungan filsafat.

Berfilsafat berarti berfikir sedalam-dalamnya (merenung) terhadap sesuatu secara metodik, sistematis, menyeluruh, dan universal untuk mencari hakikat sesuatu. Menurut D. Runes, filsafat adalah ilmu yang paling umum yang mengandung usaha mencari kebijakan dan cinta akan kebijakan. (BP-7, 1993 : 8)

B. Pengertian pancasila secara filsafat

Filsafat pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh. Pembahasan filsafat dapat di lakukan secara deduktif, yakni dengan mencari hakikat pancasila serta menganalisis dan menyusunnya secara sistematis menjadi keutuhan pandangan yang komprehensif. Pembahasan filsafat juga dapat di lakukan secara induktif, yakni dengan mengamati gejala-gejala sosial budaya masyarakat, memrefleksikannya, dan menarik hati dan makna yang hakiki dari gejala-gejala itu. Dengan demikian, kedua cara itu memberikan hasil yang dapat disajikan sebagai bahan-bahan yang sangat penting bagi penjabaran ideologi pancasila. Ideologi pancasila adalah keseluruhan prinsip normatif yang berlaku bagi negara republik indonesia dan bangsa indonesia secara keseluruhan.

C. Pancasila sebagai sistem filsafat

Pancasila bagi masyarakat Indonesia bukanlah sesuatu yang asing. Pancasila terdiri dari lima sila yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 dan diperuntukkan sebagai dasar negara Indonesia. Namun, saat ini terutama di era reformasi dan globalisasi membicarakan Pancasila dianggap sebagai keinginan untuk kembali orde baru. Oleh karena itu, kajian Pancasila berpijak dari kedudukan Pancasila sebagai filosofi bangsa, dasar,dan ideologi nasional.Bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara Indonesia sudah memiliki nilai-nilai luhur yang diyakini sebagai suatu pandangan hidup, jiwa, dan kepribadian dalam pergaulan.

Nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Indonesia terdapat dalam adat istiadat, budaya, agama, kepercayaan terhadap adanya Tuhan. Nilai-nilai luhur itu kemudian menjadi tolak ukur kebaikan yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi, seperti cita-cita yang ingin diwujudkannya dalam hidup manusia. Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur itu merupakan suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. Pandangan hidup atau weltanschauung berfungsi sebagai kerangka acuan, baik untuk menata kehidupan pribadi maupun dalam interaksi manusia dengan komunitas dan alam sekitarnya. Ketika cita-cita menjadi bangsa yang bersatu sudah sangat bulat untuk hidup bersama atau living together. Dalam suatu negara merdeka, para pendiri negara Indonesia merdeka sampai pada suatu pertanyaan yang mendasar di atas apakah negara Indonesia merdeka ini didirikan?

Pertanyaan ini muncul untuk menjawab kenyataan bahwa bangsa Indonesia yang menegara tidak mungkin memiliki pandangan hidup atau falsafah hidup yang sama dengan bangsa lain, karena nilai-nilai luhur yang dimiliki tiap bangsa berbeda.Untuk mengetahui secara mendalam tentang Pancasila diperlukan pendekatan filosofis. Pancasila dalam pendekatan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mendalam mengenai Pancasila. Filsafat Pancasila secara ringkas dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila dalam bangunan bangsa dan negara Inndonesia (Syarbaini, 2003).

About rizzafebriantama

a relationship with fay
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s